Bagaimana Perasaan Yang Timbul Dalam Qolbu Seseorang Yang Telah Sampai Kepada Allah SWT.

Bagaimana perasaan yang timbul dalam hati seseorang yang telah sampai kepada Allah SWT.

Al-Allamah al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad ra. “Seseorang yang telah sampai kepada Allah SWAT atau seseorang yang mengenal Allah SWT dengan ilmu yang dimiliki, sebagimana pula oleh para ulama, memiliki berbagai tingkatan yang tidak terhitung banyaknya.

 

Seseorang yang telah sampai kepada Allah SWT. mempunyai dua keadaan :

  1. Pertama, yang dikenal dengan al-Jam’u
  2. dan yang kedua adalah dikenal dengan nama al-Farqu

Apa itu al-Jam’u ?

al-Jam’u adalah tingkatan atau keadaan yang dicapai oleh seseorang yang telah mengenal Allah SWT secara terus-menerus tanpa terputus sasaat di dalam keadaan yang sedemikian ini. ia adalah seseorang akan terus-menerus fana dan tenggelam di alam ketuhanan ketuhanan secara keseluruhan seccara terus menerus tanpa terputus sesaat pun. Sehingga ia tidak lagi mengenali dirinya maupun yang lain selain Allah SWT.

Perasaan ini sulit didapat oleh seseorang. Akan tetapi jikalau perasaan ini telah hadir pada diri seseorang secara terus menerus, maka ia akan melihat berbagai keajaiban dan kemisterian alam ghaib yang menajubkan.

 

Apa itu al Farqu ?

Keadaan al-Farqu yaitu keadaan atau perasaan yang di alami oleh seseorang yang telah tenggelam di alam ketuhanan tetapi tida terus-menerus.

Seseorang yang telahh mencapai tingkatan ini, maka Allah SWT akan senantiasa memeliharanya dan memperhatikannya. Untuk selamanya, ia akan selalu diawasi dan di beri petunjuk oleh Allah SWT, sehingga ia tidak berani berbuat sesuatu, kecuali yang telah di ajarkan al-Quran dan As-Sunnah. Yang menurut istilah kaum sufi, perasaan secmacan ini di sebut perasaan malaki atau ilhma Rabbani.

Adapun perasaan setan, tidak akan timbul dan tidak akan berpengaruh sedikitpun kepada seseorang yang telah sampai Kepada Allah SWT. Sebab, setan yang terkutuk tidak akan dapat mendekati hati seseorang yang telah sampai kepada Allah SWT.

Karena Allah SWT akan senantiasa meneranginya dengan cahaya petunjukNya. Mungkin setan dapat mempengaruhi seseorang yang telah sampai  kepada Allah SWT, tetapi orang itu akan diselamatkan oleh Allah SWT dari Gangguan Setan. Adapun perasaan nafsu tidak mungkin dapat mempengaruhi hati seseorang yang telah sampai kepada Allah SWT. karena hatinya telah tunduk dan telah dekat kepada Allah SWT. Bahkan nafsunya pun dapat ia kendalikan, sehingga ia taat kepada Tuhannya dan telah  dimasukan dalam olongan hamba-hambanya yang pantas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *