banner 728x250

Download Biografi Imam Al Ghazali [PDF]

  • Bagikan

Nama lengkap Beliau adalah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Abu Hamid at-Thusi as-Syafi’i yang lebih dikenal dengan sebutan Imam al-Ghazali. Nisbah kepada pekerjaan ayahnya yang seorang pemintal (al-Ghozzal) dan pebisnis wol, atau juga ada yang menyebutkan bahwa nama itu disandarkan kepada kampung halaman Beliau (Ghozalah).
Sang Imam lahir di kota Thus pada tahun 450 H, dan meninggal di kota yang sama pada hari Senin 14 Jumadil Akhir 505 H, pada usia 55 tahun.

Yang unik dalam diri beliau adalah posisinya yang merupakan seorang ahli fiqih, namun sekaligus juga ahli tasawuf.
Padahal dalam dunia keseharian, kita sering menyaksikan bagaimana para pengikut dua cabang ilmu keislaman ini saling menonjolkan diri masing-masing. Mereka yang belajar hanya ilmu fiqih saja, seringkali memandang rendah para pembelajar ilmu tasawwuf. Dan sebaliknya, mereka yang berkonsentrasi dengan tasawuf, kadang suka melalaikan hukum-hukum fiqih.

Dikhotomi semacam ini seharusnya tidak perlu terjadi, kalau kita bisa memahami bahwa kedua anak cabang ilmu itu sesungguhnya merupakan anak kandung dari induk ilmu-ilmu keislaman yang sebenarnya tetap satu. Maka tokoh Imam Al-Ghazali ini bisa dijadikan sosok teladan bagaimana kedua aliran ilmu fiqih dan tasawuf dapat menyatu, saling menguatkan dan saling membela, bukannya saling menjatuhkan dan saling memusuhi.

Perbedaan pandangan antara fuqaha dengan kalangan ahli tasawuf terus berlanjut hingga masa Beliau (w. 505 H.). Menghadapi kenyataan yang demikian, al-Ghazali melalui Ihya’-nya berhasil menawarkan ‘jalan tengah’, bahwa tasawuf dan fiqih sama-sama penting bagi umat Islam.
Al-Ghazali bergelar Hujjatul Islam, salah satunya karena beliau punya jasa yang amat besar dalam memberikan argumen (hujjah) baik lewat dalil akal atau naql. Keduanya berjalin berkelindan dengan rapi saling menguatkan ibarat simpul-simpul temali yang terikat dengan benar. Mengalahkan sekian argumen banyak kalangan, termasuk argumen para filosuf sekuler anti tuhan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *