Keuntungan Meninggalkan Dosa dan Perkara Haram – Nashoihul Ibad

Dikatakan pula bahwa

Barang siapa menginggalkan dosa, maka hatinya menjadi lembut (dia akan menerima dan mengikuti nasihat).

Dan barang siapa meninggalkan perkara haram (dalam apa yang dimakan, dipakai dan lain sebagainya), serta memakan makanan yang halal, maka akal pikirannya menjadi jernih (untuk berpikir tentang ciptaan Allah Swt. yang menunjukkan atas keesaan, kekuasaan dan ilmu Allah, serta bagaimana Allah menghidupkan makhluk setelah mati).

Demikian itu agar dia berpikir dan merenung bahwa Allah menciptakannya dari mani di dalam rahim. Allah kemudian menjadikannya darah, lalu segumpal daging. Darinya kemudian Allah menciptakan daging yang berbentuk, lalu tulang, otot, urat syaraf, hingga lengkap pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lain. Allah kemudian mempermudah proses persalinannya ketika lahir dan memberinya ilham untuk menyusu. Mulanya, Allah menjadikannya tidak bergigi, lalu perlahan tumbuhlah gigi itu. Allah kemudian menanggalkannya ketika ia berumur tujuh tahun, kemudian menumbuhkannya lagi

Allah menjadikan kondisi manusia berubah-ubah dari kecil menjadi besar, dari muda menjadi tua, dari sehat menjadi sakit. Allah juga menjadikan manusia tidur-bangun setiap hari. Demikian pula dengan rambut dan kuku-kukunya. Tiap kali manusia memotongnya, dia akan kembali sebagaimana asalnya.

Pergantian malam dan siang juga sama. Tiap kali salah satunya pergi, datanglah yang lain. Pun juga matahari, bulan, bintang, awan, dan hujan. Semuanya datang dan pergi.

Hal itu juga terjadi dengan bulan yang kadang sempurna dan kadang nyaris tak terlihat di setiap bulan. Begitu pula gerhana bulan dan gerhana matahari yang menghilangkan cahaya, kemudian mengembalikannya. Hal yang sama terjadi pada bumi yang basah. Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan di atasnya yang pada masanya akan mengering lagi. Allah kemudian membuatnya kembali basah, lalu tumbuh lagi segala aneka tumbuh-tumbuhan itu.

Maka, Dzat yang mampu melakukan semua itu pastilah juga mampu menghidupkan orang mati setelah kematianya. Maka, bagi seorang hamba, wajib untuk memperbanyak berpikir tentang hal
tersebut hingga kuatlah imannya tentang kebangkitan setelah mati dan akan tahu bahwa Allah akan membangkitkan dan membalasnya sesuai dengan perbuatannya. Kadar keyakinan seseorang atas semua itu mampu meningkatkan ketaatan dan menjauhkan dirinya dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat.

Sumber : Nashoihul Ibad – Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani

Kajian sebelumnya Klik : https://ngaos.com/topic/nashoihul-ibad/
Download Kitab : https://ngaos.com/download/nashoihul-ibad/

Silahkan dishare, Semoga Bermanfaat
Jazakumullah Khairan Katsiran

Website : https://ngaos.com/
Youtube : https://www.youtube.com/c/NGAOS
Telegram : https://t.me/ngaos_indonesia
Instagram : https://www.instagram.com/ngaos_indonesia/
Tiktok : tiktok.com/@ngaos_indonesia
Facebook : https://www.facebook.com/groups/ngaos.indonesia
Whatsapp Grup : https://chat.whatsapp.com/EHAh34ezFFh6KW9R4zA3DN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.