Konsekuensi Membiarkan Nafsu – Nashoihul Ibad

Berbahagialah (dengan kebaikan yang banyak) orang yang dapat menjadikan akalnya sebagai raja (dengan menuruti kemauan akalnya yang sempurna), sedangkan nafsunya (yakni kecondongan nafsu kepada hal-hal yang tidak diinginkan, yang melanggar syariat), dijadikan tawanan (tercegah dari hal tersebut).

Dan celakalah (sangat celaka) orang yang menjadikan nafsunya sebagai raja (dengan membiarkannya sesuatu yang diinginkannya), sedangkan akalnya dijadikan tawanan (tercegah dari berpikir
tentang nikmat dan keagungan Allah Swt).

Sumber : Nashoihul Ibad – Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani

Kajian sebelumnya Klik : https://ngaos.com/topic/nashoihul-ibad/
Download Kitab : https://ngaos.com/download/nashoihul-ibad/

Silahkan dishare, Semoga Bermanfaat
Jazakumullah Khairan Katsiran

Website : https://ngaos.com/
Youtube : https://www.youtube.com/c/NGAOS
Telegram : https://t.me/ngaos_indonesia
Instagram : https://www.instagram.com/ngaos_indonesia/
Tiktok : tiktok.com/@ngaos_indonesia
Facebook : https://www.facebook.com/groups/ngaos.indonesia
Whatsapp Grup : https://chat.whatsapp.com/EHAh34ezFFh6KW9R4zA3DN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *