Kuatkan Ikhtiar, Sempurnakan Tawakkal

Adapun orang yang tawakkal selalu menggantungkan diri dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Mereka mengabdikan diri kepada Allah, tidak terpengaruh oleh bermacam-macam pikiran. Sehingga, seakan-akan lapang dada dan jauh dari pikiran-pikiran ruwet, dan terbuka kesempatan lebar untuk beribadah kepada Allah, Tuhan yang memberi segala-galanya.

Ia hidup tenteram, dan tidak tergoyahkan oleh perubahan zaman. Mereka adalah kaum yang kuat dan bebas. Seakanakan mereka menjadi raja dunia, leluasa ke mana saja mereka mau guna menyelesaikan segala urusan ibadah dan ilmu, tanpa mendapatkan halangan dan godaan. Karena, bagi mereka, di mana saja dan kapan saja adalah sama. Sebab, mereka tawakkal kepada Allah
‘Azza wa Jala.

Rasulullah SAW. bersabda:

Barangsiapa ingin menjadi orang. terkuat, hendaknya bertawakkal kepada Allah.

Hadits di atas memberikan pengertian kepada kita, bahwa tawakkal bukan berarti berpangkutangan, berdiam iri menanti datangnya rezeki tanpa berusaha. Tetapi, tawakkal berarti berusaha sungguh-sungguh dan pasrah kepada Allah SWT., serta percaya akan pertolongan Allah.

Tetapi orang yang tidak tawakkal, dalam berusaha akan merasa lelah dan selalu mengalami_ kegagalan. Sebab, ia merasa mampu tanpa pertolongan Allah, dan menyandarkan diri kepada harta dan orang lain. Padahal, semuanya itu hanya memiliki kemampuan dan kekuasaan yang sangat terbatas.

Rasulullah SAW. bersabda:

Barangsiapa menginginkan dirinya menjadi orang paling mulia, hendaknya bertakwa kepada Allah.

Sebab, orang-orang yang bertakwa kepada Allah akan diberi kemuliaan oleh Allah. Dan kemuliaan yang datang dan Allah tidak akan dapat dihilangkan dan dimusnahkan oleh siapa pun.

Rasulullah SAW. bersabda:

Barangsiapa menginginkan menjadi orang paling kaya, hendaknya lebih mempercayai kekuasaan Allah daripada kekuasaan dirinya. Syaikh Sulaiman al-Khawas berkata, “Orang yang bertawakkal kepada Allah dengan niat benar dan tulus akan memegang tampuk kekuasaan. Dan bawahannya akan sangat membutuhkan. Sedang ia tidak membutuhkan orang dalam, karena telah mempunyai harapan lindungan dari Allah SWT., Tuhan Yang Mahakaya dan berhak dipuji.”

 

Sumber : Minhajul Abidin – Kitab tasawuf karangan Imam Al-Ghazali.

Download : https://ngaos.com/download-kitab-minhajul-abidin-beserta-terjemahan-indonesia-pdf/

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.