Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani (Lujain Ad-Dani) Bagian 1

Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani (Lujain Ad-Dani) Bagian 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ سَيِّدَنَا مُحَمَّدً صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَامِلِ الشَّرِيْعَةِ وَخَالِصِ الدِّيْنِ وَ حَلىٰ جِيْدَ رِسَالَتِه۪ بِبَاهِرِ الْخَوَارِقِ وَأَيَّدَهُ بِكُمَاةِ اْلأَصْحَابِ الْمُهْتَدِيْنَ وَخَصَّ مَنْ شآءَ مِنْ أَتْبَاعِ مِلَّتِه۪ بِالرُّقِيِّ إِلٰى أَوْجِ الْمَعَارِفِ وَالْحَقآئِقِ وَأَفَاضَ عَلَيْهِمْ مِنْ بُحُوْرِ مَوَاهِبِ الَّلدُنِّـيَّةِ ظُرَفَ اللَّطآئِفِ وَشَوَارِقَ الرَّقآئِقِ

فَأَصْبَحُوْا هُدَاةَ الْأُمَّةِ وَقَادَتَهَا إِلٰى اْلعَزِيْزِ اْلعَلِيْمِ سَالِكِيْنَ بِعِبَادِ اللّٰهِ تَعَالٰى مِنْ سُبُلِ اْلإِرْشَادِ أَعْلَى الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمِ

وَآلَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ زَاكِيَ الصَّلَوَاتِ وَالتَّسْلِيْمِ وَوَفَّقَنَا لِلْإِهْتِدآءِ بِهُدَاهُمْ وَاْلإِقْتِدآءِ بِآثَارِهِمْ وَاْلإِقْتِبَاسِ مِنْ مِشْكَاةِ أَنْوَارِهِمْ فِى حِنْدِسِ الْجَهْلِ اْلبَهِيْمِ مَا عَطَّرَتْ مَنَاقِبُهُمْ مَعَاطِسَ اْلأَسْمَاعِ اْلوَاعِيَةِ وَتُلِيَتْ آيُ فَضآئِلِهِمْ فَكَانَتْ إِلٰى النُّهُوْضِ إِلٰى اللّٰهِ دَاعِيَةً

(أَمَّا بَعْدُ) فَيَقُوْلُ الْمُفْتَقِرُ إِلٰى فَضْلِ الْكَرِيْمِ الْمُنْجِىْ جَعْفَرُ بْنُ حَسَنِ بْنِ عَبْدِ اْلكَرِيْمِ اْلبَرْزَنْجِىْ هٰذِهِ نُبْذَةٌ مِنْ أَحْوَالِ اْلقُطْبِ الرَّبَّانِىِّ وَالْغَوْثِ الصَمَدَانِىِّ سُلْطَانِ اْلأَوْلِيآءِ اْلعَارِفِيْنَ وَإِمَامَ اْلعُلَمآءِ السَّالِكِيْنَ النَّاهِلِيْنَ مِنْ بَحْرِ الْحَقِيْقَةِ وَاْلغَارِفِيْنَ اَلسَّيِّدِ الشَّرِيْفِ وَالسَّنَدِ اْلغِطْرِيْفِ اَلْحَسِيْبِ النَّسِيْبِ ذِى الْمَقَامِ اْلأَعْلىٰ وَالنَّادِى الرَّحِيْبِ سَيِّدِى الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الْجِيْلَانِىّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، (اَلْفَاتِحَةُ) بَلَّغَهُ اللّٰهُ تَعَالٰى

اْلقَوِيِّ وَالْحَفِيِّ جَنَّةَ اْلقُرْبِ وَاْلأَمَانِيِّ
وَعِقْدٌ نَظَمْتُه۫ مِنْ فَرآئِدِ عَـمَلِه۪ وَقَوْلِه۪ لِتَتَشَنَّفَ بِدُرَرِهِ أَسْمَاعُ الْحَاضِرِيْنَ عِنْدَ عَمَلِ مُهِمِّه۪ وَحَوْلِه۪ اِنْتَخَبْتُه۫ مِنْ كَلاَمِ بَعْضِ أَرْبَابِ الطَّرِيْقَةِ وَمَنْ لَه۫ فِىْ حَضْرَةِ الشَّيْخِ عَقِيْدَةٌ مُحْكَمَةٌ وَمَحَبَّةٌ وَثِيْقَةٌ كاَلشَّيْخِ عَبْدِ اْلوَهَّابِ الشَّعْرَنِىّ اَلَّذِىْ لَاحَ لَهُ اْلفَلَاحُ وَالسِّرَاجِ الدِّمَشْقِيِّ صَاحِبِ كِتَابِ نِتَاجِ اْلأَرْوَاحِ

رَغْبَةً فِى نَشْرِ أَحْوَالِ اْلكُمَّلِ وَبَثِّ مَنَاقِبِ اْلأَخْيَارِ وَاسْتِنْزَالًا لِصَيِّبِ الرَحَمَاتِ وَاْلبَرَكَاتِ اْلغِزَارِ إِذْ بِذِكْرِهِمْ تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمٰوَاتِ اْلعَلِيَّةِ وَتَنْهَلُّ مِنْ حَظِيْرَةِ اْلقُدْسِ سُحُبُ اْلفُيُوْضَاتِ اْلإِلٰهِيَّةِ

وَفَصَّلْتُه۫ بِوَسآئِطَ مِنْ لَآلِى التَّرِاضِى عَنْهُ وَطَلَبِ اْلإِمْدَادِ بِأَسْرَارِه۪ فَلْيَجْهَرْ بِذِكْرِهِ الْحَاضِرُوْنَ عِنْدَ بُلُوْغِ اْلقَارِئِ إِلَيْهَا فِىْ أَخْبَارِه۪ وَ سَمَّيْتُه۫ بِالُّلجَيْنِ الدَّانِىّ فِىْ ذِكْرِ نُبْذَةٍ مِنْ مَنَاقِبِ اْلقُطْبِ الرَّبَّانِىّ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الْجِيْلَانِىّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ (اَلْفَاتِحَةُ)

(فَأَقُوْلُ) هُوَ الشَّيْخُ الْكَامِلُ وَالْجِهْبِذُ اْلوَاصِلُ ذُو الْمَقَامَاتِ اْلعَالِيَةِ الشَّرِيْفَةِ وَاْلأَقْدَامِ الرَّاسِخَةِ وَالتَّمَكُّنِ التَّامِّ وَاْلأَحْوَالِ الْمُنِيْفَةِ وَالْكَمَالَاتِ الشَّامِخَةِ اَلْقُطْبُ الرَّبَّانِىّ وَالنُّوْرُ السَّاطِعُ اْلبُرْهَانِىّ وَالْهَيْكَلُ الصَّمَدَانِىّ وَاْلغَوْثُ النُّوْرَانِىّ وَهُوَ أَبُوْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اْلقَادِرِ الْجِيْلَانِىّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ (اَلْفَاتِحَةُ) اِبْنُ أَبِىْ صَالِحِ مُوْسٰى جَنْكِىْ دَوْسَتْ

وَقِيْلَ : جَنْكَا دَوْسَتْ اِبْنِ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ يَحْيٰى الزَّاهِدِ ابْنِ مُحَمَّدِ ابْنِ دَاو۫دَ بْنِ مُوْسٰى ابْنِ عَبْدِ اللّٰهِ ابْنِ مُوْسٰى الْجُوْنِ ابْنِ عَبْدِ اللّٰهِ الْمَحْضِ ابْنِ الْحَسَنِ الْمُثَنَّى ابْنِ الْحَسَنِ السِّبْطِ ابْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِىْ طَالِبٍ وَابْنِ فَاطِمَةَ الزَّهْرآءِ اْلبَتُوْلِ بِنْتِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّسُوْلِ

نَسَبٌ كَأَنَّ عَلَيْهِ مِنْ شَمْسِ الضُّحٰى نُوْرًا وَمِنْ فَلَقِ الصَّبَاحِ عَمُوْدًا

نَسَبٌ لَه۫ فِىْ وَجْهِ آدَمَ لُمْعَةٌ مُنِحَتْ مَلآئِكَةُ السَّمآءِ سُجُوْدًا

نَسَبٌ كِتَابُ اللّٰهِ أَوْفٰى حُجَّةً _ فِىْ مَدْحِه۪ مَنْ ذَا يَرُوْمُ جُحُوْدًا

اللّٰهُــمَّ انْشُرْ نَفَحَاتِ الرِّضْوَانِ عَلَيْهِ

وَأَمِدَّنَا بِلْأَسْرَارِ الَّتِىْ أَوْدَعْتَهَا لَدَيْهِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang telah mengutus junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ dengan membawa syariat yang sempurna dan agama yang murni, yakni agama Islam serta menghiasi atas kerasulannya dengan berbagai mukjizat dan lagi diperkuat para sahabatnya yang pemberani dan mendapat hidayah.

Dan Allah memberi keistimewaan kepada siapa yang dikehendaki dan pengikut-pengikut agama-Nya. Dinaikkan ke tingkat ilmu makrifat dan hakikat serta memberi siraman lautan ilmu laduni dan ilmu latifah serta pelita ilmu Ketuhanan.

Lantaran itu, mereka jadi juru petunjuk umat dan perintis ke jalan Allah yang Mahaagung lagi Maha Mengetahui, mengajak hamba-hamba Allah lewat di jalan setinggi-tingginya jalan yang lurus.

Dan semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat dan salamnya kepada junjungan Nabi Muhammad ﷺ. Dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti agama Islam dan semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untuk memperoleh hidayah melalui petunjuk-petunjuk beliau, mengikuti amalan-amalannya serta mendapatkan pembagian cahaya dari orang-orang tersebut agar dapat menghilangkan kegelapan, kebodohan, selagi manaqib-nya orang-orang tersebut masih harum semerbak, berkumandang didengar, lestari dawuh-dawuh kebenaran riwayat keutamaanya, yang demikian itu akan membangkitkan semangat taat dan kebaktian kepada Allah.

Adapun setelah itu semua: maka berkatalah orang yang membutuhkan kemurahan Zat Yang Mahamulia dan Maha Penyelamat, yakni Syaikh Ja’far bin Hasan bin ‘Abdil Karim Al-Barzanjiyyu, “Kitab manaqib ini hanya merupakan bagian kecil penjelasan perilaku wali Quthub yang bisa memberi pertolongan, sebagai perantara agar terkabul tujuannya, pimpinan para wali arif billah, imamnya para ulama yang berjalan di jalan Allah untuk meraih lautan hakikat, yaitu sayyid yang mulia, dirinya dijadikan sandaran yang amat indah, keturunan bangsawan yang memiliki derajat yang tinggi, memiliki perkumpulan majelis yang besar, sayyid yang besar, yaitu Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, semoga Allah mencurahkan keridhaan kepada beliau, (Al-Fatihah). Semoga Allah Yang Mahakuat lagi Sempurna menyampaikan Syaikh ke surga yang dekat kepada Allah dan berhasil harapannya.

Kitab manaqib ini bagaikan untaian yang dirangkum dari berbagai intan permata berisi fatwa-fatwa dan amalan Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani agar dapat dijadikan perhiasan yang diperdengarkan kepada yang hadir pada saat dibacakan dalam amalan-amalan yang penting dan pada peringatan-peringatan ulang tahun wafatnya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.

Kitab manaqib ini kami ambil dari keterangan para ulama ahli tarekat dan para ulama yang mempunyai keyakinan yang teguh, dan kecintaan yang kokoh kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, seperti waliyullah Syaikh Abdul Wahan As-Sya’rani yang sudah terbukti keberuntungannya, dan waliyullah Syaikh Siraj Ad-Dimisyqiy penyusun kitab Nitaj Al-Arwah.

Karena didorong rasa cinta, kami sebarluaskan manaqib para wali yang telah mencapai tingkat kesempurnaan amalnya, juga menyebarkan manaqib para wali yang terpilih, serta mengharapkan turunnya rahmat yang melimpah dan berkah yang banyak, karena dengan menyebut-nyebut hal ihwal para ulama, waliyullah tersebut, menyebabkan terbukanya berkah dari pintu langit yang tertinggi, juga turunnya mendung kemurahan dari Allah. Dengan bahasa sederhana, kami uraikan kitab manaqib ini kepada orang-orang yang meridhai Syaikh Abdul Qadir, dan memohon pertolongan dengan perantara rahasia-rahasianya. Maka orang-orang yang hadir hendaknya menyemarakkan nama beliau, terutama orang-orang yang membaca manaqib ini datang menyampaikan segala kabarnya. Selanjutnya, kami namai kitab manaqib ini Al-Lujain Ad-Dani yang berisi sebagian manaqib (pekerti luhur) junjungan kita, Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, semoga Allah mencurahkan keridhaan kepadanya. (Al-Fatihah).

Selanjutnya kami katakan, bahwa Syaikh Abdul Qadir adalah syaikh yang sempurna, juga wali yang sampai kepada Allah dan mempunyai kedudukan luhur lagi mulia, serta mempunyai martabat yang tetap dan derajat yang sempurna, dan perilaku yang luhur serta kesempurnaan yang tinggi, juga menjadi wali Quthub yang ahli makrifat kepada Allah, dan menerima pertolongan cahaya, yaitu Abu Muhammad Abdul Qadir Al-Jilani, semoga Allah mencurahkan keridhaan kepada beliau, (Al-Fatihah), putra Syaikh Abi Shalih Musa Janki Dausat, putra Syaikh Abdillah bin Yahya Az-Zahid bin Musa Al-Juni bin Abdillah Al-Mahdli bin Al-Hasan Al-Mutsanna bin Al-Hasan As-Sibthi bin Ali bin Abi Thalib. Dan putranya Syarifah Fatimah Az-Zahra, putri dari junjungan kita Muhammad ﷺ Sang Rasul.

Nasab atau silsilah keturunan Syaikh Abdul Qadir itu bagaikan matahari di waktu dhuha, bagaikan cahaya yang menjulang di waktu subuh. Silsilah keturunan Syaikh ini sudah melekat di wajah Nabi Adam as., karena itu malaikat langit diperintahkan sujud kepada Adam as. Juga nasab ini sudah disanjung dalam Kitabullah. Karena itu, siapa yang sengaja mengingkari silsilahnya akan terkalahkan dalilnya.

Ya Allah, hamparkanlah bau harum keridhaan-Mu kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.