banner 728x250

Shalawat Nariyyah / Kamilah / Tafrijiyah

  • Bagikan

Shalawat Nariyyah / Kamilah

اَللَّهُـمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Muhammad ﷺ. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam ikatan, dilepaskan dari segala kesusahan, dan ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan, tercapai akhir yang baik, dicurahkan hujan (rahmat) dengan berkah wajahnya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan napas, sebanyak pengetahuan yang Engkau miliki.

Shalawat ini disebut Shalawat Tafrijiyah. Namun, ada pula yang menyebut Shalawat Taziyah, dinisbatkan kepada Syaikh Abdul Wahab at-Tazi r.a. Ulama Maroko menyebutnya dengan Shalawat Nariyah (Berbangsa Api). Sebab, banyak orang yang telah membacanya sebanyak 4.444 (empat ribu empat ratus empat puluh empat) kali, dengan maksud tertentu, dan ternyata apa yang mereka kehendaki terwujud dengan cepatnya, seperti kayu yang cepat habis dilahap si jago merah.
Cara dan Khasiatnya:
  1. Syaikh ad-Dainuri r.a. berkata: “Bila seseorang membacanya 11 kali setelah shalat wajib, ia akan dilancarkan rezekinya dan mendapat kehormatan yang baik dalam pergaulan masyarakat.” Sementara Syaikh Sanusi berkata: “Barang siapa membaca Shalawat Nariyah setiap hari sebanyak 11 kali, Allah akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengikutkan rezekinya dari belakang.”
  2. Bila dibaca 33 kali setiap hari secara rutin, sesuatu yang dicita-citakan akan tercapai.
  3. Bila seseorang membaca shalawat ini sebanyak 41 (empat puluh satu) kali seusai shalat Subuh, ia akan dimudahkan segala usahanya.
  4. Barang siapa membacanya 42 (empat puluh dua) kali, cita-citanya akan tercapai.
  5. Barang siapa yang membacanya sebanyak 141 (seratus empat puluh satu) kali secara istiqomah, maka:  Ia akan aman dari kebutuhan dunia dan kemelaratan, Allah akan menolongnya dalam menghadapi tipu daya orang zalim.
  6. Bila Shalawat Nariyah ini dibaca 100 (seratus) kali setiap hari, maka si pembaca akan dibebaskan dari kesusahan, dilancarkan rezekinya, dibukakan baginya pintu kebaikan, dijauhkan dari bahaya kelaparan dan kemiskinan, dan akan ditumbuhkan rasa kasih sayang di hati setiap orang kepada si pembaca.
  7. Bila dibaca 313 (tiga ratus tiga belas) kali setiap hari, si pembaca bisa mengetahui segala yang tersembunyi dan yang dikehendaki.
  8. Bila dibaca 1000 (seribu) kali, si pembaca akan memperoleh sesuatu yang tidak dilihat mata, tidak terdengar telinga, dan tidak terlintas dalam jiwa. Sementara itu, Syaikh al-Qurthubi r.a. berkata:
  9. “Barang siapa membacanya 4.444 (empat ribu empat ratus empat puluh empat) kali dalam satu majlis (sekali duduk), ia akan dibebaskan dari musibah yang sangat membahayakan, dan hajatnya yang agung akan ditunaikan.”
  10. Untuk mengembalikan barang yang hilang, setelah shalawat tersebut dibaca 4.444 (empat ribu empat ratus empat puluh empat) kali, bacalah doa berikut “Ya Allah, dengan berkah doa shalawat Nariyah ini, aku mohon barangku yang hilang segera kembali.” J ika barang yang hilang tidak segera kembali, terutama bila hilangnya barang itu karena dicuri, bisa jadi pencurinya akan mati dalam jangka pendek atas kehendak Allah.”
  11. .Sebelum membaca Shalawat Nariyah ini, hendaklah menghadiahkan Surat al-Fatihah kepada:  Nabi Muhammad Saw., para sahabat, dan keluarganya. Para wali, para ulama, dan orang-orang saleh. . Orang tua dan segenap umat Islam.
Penting untuk diingat bahwa di antara syarat terkabulnya hajat adalah dawam (melaksanakannya secara terus-menerus dengan tidak hentihentinya). Dan alangkah indahnya, jika disertai dengan adab (etika) saat membacanya, di antara
nya: suci dari hadas dan najis serta tidak diselingi berbicara dengan orang lain.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *